Siap2 Bikin Film Baru
17 July 2008 by lolaamaria
Alhamdulillah…..akhirnya shooting wisata halal utk astro oasis udah kelar…..makasi ya tmn2 dr @view utk semuanya…..suka n duka waktu shooting ga akan pernah gw lupain….produser gw mas andang yg cerewet, bram, camera person yg pendiam n detail n whole team….thx bgt ya. Walaupun hr terakhir wkt shooting di puncak yg dingin n gerimis, gw di guyur air 3 ember, it was so fun…..tau gak, abis itu gw lngsng masuk angin n meriang huhuhuhu…….
Sekarang gw udah sibuk utk persiapan film yg akan gw sutradarai sendiri, judulnya TKW, love in Hongkong .
Hr ini mulai sibuk miting skenario, merekrut kru, mgg dpn ud casting. Oia selain nyutradarain gw jg jd pemain utamanya loh, agak berat siy tp gw hrs berani utk nyoba……doain ya……
Film ini mulai shooting awal september, lokasi di hongkong n jakarta, ceritanya ttg tkw yg kerja di Hongkong trus jatuh cinta sm mahasiswa indo di sana, tp ga di setujuin sm ortunya……utk kelanjutannya nanti aja ya….biar surprise

Pertama x
Ditunggu film nya
wow..
Te Ka We..
hmm..
ada adegan2 di setrika tangannya atau dipukul pake rotan ngga yah..
*ngayal*
wkwkwkw..
Wah selamat ya Lola, semoga film barunya bisa menuai kesuksesan.
Lola jadi TKW? Keenakan dong majikannya dapet pembantu cantik, mending kerja di tempat gue aja Lol. Ato gue daptar kesting jadi tokoh mahasiswa indo-nya boleh gak ya? (ngimpi kalee …)
gutlak buat flm barunya
hohohohohohoooo…
akhirnya nemu juga blogna lola
asik tuh kayaknya film barunya lola tentang te ka we
kapan ada castingnya lol…
ada casting di daerah” g… kek malang misalnya hehe…
reaches me on
YM ID: fajarmono@yahoo.com.sg
http://www.friendster.com/fajarmono
http://www.fajarmono.wordpress.com
http://www.flickr.com/photos/fajarmono
http://www.fanbox.com/fajarmono
Goodluck yah mba’lola utk film baru-nya, moga bs jd film yg tmbah meramaikan dunia perfilman indonesia…..
wow… secara tampang loe cocok banget siy… jadi TKW… agak item, bibir tebel, boleh lah… kalo dah klaar filmnya, kabarin gw yak… gw mau nonton bo!
kedengarannya menarik… gudlak….
Ikut dong ke hongkongnya…ha3 moga sukses ya filmnya
semangat trus!!!!!!!!
Good Luck ya Nenk..!
mudah-2n gw sempet nonton…..
Lola, ini Mas Aryawirawan Simauw, penulis skenario dan sutradara film Kerusuhan Poso dan Maluku ASHRAM SHANTI, Terima kasih untuk percakapan telepon dengan kamu kemarin siang. Mas berdoa dan berharap film kamu tetap buruh migran perempuan, membangun pembelajaran tentang kedigdayaan perempuan Indonesia. Mas berharap film kamu juga menjadi wahana perenungan tentang pentingnya menghargai perempuan sebagai “sesuatu” atau semacam benda yang bisa diapakan. Konsep yang berakar pada kata “suami” ini telah berurat akar da;am budaya laki-laki, sehingga isteri menjadi properti bagi diri sang laki-laki.
Lola, mas juga amat mendorong di usia kamu nanti pada tanggal 30 Juli, tidak lagi dibebani oleh keinginan banyak orang agar kamu tetap menikah. Mas usul berkaryalah dulu yang banyak. Kedigdayaan perempuan ditunjukkan ketika ia menjadi mahluk bebas yang dapat menentukan nasib bumi ini dan seisinya. Sebab, kamu adalah Ibu Pertiwi itu. Kamu adalah Bumi, Tanah, Air, Udara dan Hidup itu. Mas menyinggung itu di film mas seperti ini:
Laki-laki selalu merusak peradaban dan perempuan yang memulihkannya. Laki-laki selalu menghancurkan lingkungan dan perempuan yang merawatnya. Laki-laki selalu mengacaukan kebersamaan dan perempuan yang mengutuhkannya.
Lola, harapan dan doa itu juga mas panjatkan agar sesegera mungkin kamu diberi hikmat untuk memutuskan keterlibatan kamu di film mas, ASHRAM SHANTI. Mas memberi catatan kritis yang panjang kepada teman-teman saat menentukan pilihan yang “tak bisa ke lain hati” selain kamu. Penelitian dan pendalaman mas atas “jajak karya” kamu memperkuat mas bahwa kamu adalah ikon pemberdayaan dan kedigdayaan perempuan Indonesia.
Lola, sambutlah ulang tahunmu 12 hari lagi dengan suatu keyakinan bahwa kamulah Ibu Pertiwi itu. Kamu adalah Bumi, Tanah, Air, Udara dan Hidup itu.
Salam Damai,
ARYAWIRAWAN SIMAUW
MAAF INI RALAT DARI YANG PERTAMA:
Lola, ini Mas Aryawirawan Simauw, penulis skenario dan sutradara film Kerusuhan Poso dan Maluku ASHRAM SHANTI, Terima kasih untuk percakapan telepon dengan kamu kemarin siang. Mas berdoa dan berharap film kamu tentang buruh migran perempuan, membangun pembelajaran tentang kedigdayaan perempuan Indonesia. Mas berharap film kamu juga menjadi wahana perenungan tentang pentingnya menghargai perempuan BUKAN LAGI sebagai “sesuatu” atau semacam benda yang bisa diapakan seenak perut. Konsep yang berakar pada kata “suami” ini telah berurat akar dalam budaya laki-laki, sehingga isteri menjadi properti bagi diri sang laki-laki.
Lola, mas juga amat mendorong di usia kamu nanti pada tanggal 30 Juli, tidak lagi dibebani oleh keinginan banyak orang agar kamu harus segera menikah. Mas usul berkaryalah dulu yang banyak. Kedigdayaan perempuan ditunjukkan ketika ia menjadi mahluk bebas yang dapat menentukan nasib bumi ini dan seisinya. Sebab, kamu adalah Ibu Pertiwi itu. Kamu adalah Bumi, Tanah, Air, Udara dan Hidup itu. Mas menyinggung itu di film mas seperti ini:
Laki-laki selalu merusak peradaban dan perempuan yang memulihkannya. Laki-laki selalu menghancurkan lingkungan dan perempuan yang merawatnya. Laki-laki selalu mengacaukan kebersamaan dan perempuan yang mengutuhkannya.
Lola, harapan dan doa itu juga mas panjatkan agar sesegera mungkin kamu diberi hikmat untuk memutuskan keterlibatan kamu di film mas, ASHRAM SHANTI. Mas memberi catatan kritis yang panjang kepada teman-teman saat menentukan pilihan yang “tak bisa ke lain hati” selain kamu. Penelitian dan pendalaman mas atas “jajak karya” kamu memperkuat mas bahwa kamu adalah ikon pemberdayaan dan kedigdayaan perempuan Indonesia.
Lola, sambutlah ulang tahunmu 12 hari lagi dengan suatu keyakinan bahwa kamulah Ibu Pertiwi itu. Kamu adalah Bumi, Tanah, Air, Udara dan Hidup itu.
Salam Damai,
ARYAWIRAWAN SIMAUW
bagus tu amalia,knp gak tkw hongkong + magang jepang ja,kan tiap hari mereka jumpa lewat chatt,sukses yaaaaaaaaaaaaaa
Bibir mu itu lho mbak…membuat aku gimana gitu…
Ih…
Wah….cewek secantik kamu ….aku sich…jadi apa aja mau…asal bisa dekat dengan kamu
sukses yah untuk filmnya…
Wah..
Mbak Lola punya blog toh ?
Salam kenal yaks :D..
Semoga Filmnya laris, kayak TKW indonesia yg laris manis
hi… lam kenal…. visit my blog and comment…. sukses buat film barunya ya….
Wah, selamat ya, Jeng, kamu bikin film yang mewakili suara wanita dari akar rumput, semoga bs sedikit mengubah perwajahan tenaga kerja wanita kita ya…
mbak lola, alamat castingnya dimana? boleh tw gak?
thx n sukses ya buat filmnya,
-gbu-
salam kenal dr mas heru….
ok…
Wuih cantiknya….
Gila gw ga pernah berhenti mengagumimu.
Wuih… Cantik banget.
Ga bosen2 gw kagum ama Lola
mba lola…
kamu cantik banget…aku ngefans sama kamu
udah cantik pinter lagi…salutt deh
Lola Lutju…
Hai Lola,
Saya nggak tahu info ini membantu atau tidak. Sudah 3 tahun saya dkk mengelola Tabloid Apakabar — tabloid berbahasa Indonesia yg terbit di Hong Kong, khusus untuk para TKW di sono (jumlahnya sekarang sudah 110 ribu).
Seluruh wartawan/koresponden tabloid Apakabar adalah para TKW di HK, yang ternyata banyak yg hobi nulis, bahkan punya kelompok penulis. Ada salah satu eks-koresponden Apakabar (sekarang dia sudah pulang kampung di Magetan, Jatim) yang dulu bekerja di HK sebagai PRT sekaligus membantu majikannya mengelola sebuah studio film.
Pikir saya, ada baiknya Lola berkomunikasi dg temen saya ini utk lbh mendalami dunia per-TKW-an di HK, juga akses ke orang2 film di HK (kalau masih diperlukan). Namanya Wina Karnie. Sebelum pulang kampung, Wina sempat menjadi Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) HK, forum kepenulisan yg anggotanya para BMI (Buruh Migran Indonesia) di HK. Hp Wina: 081806311275.
Salam,
Nanang J
hai lola cantik…
kamu adalah satu-satunya wanita yang paling tidak aku anggap bisa menyatukan antara keberanian dan kenekatan. mulai dari pemain hingga sutradara, kamu telah menggenggamnya…bukan? lalu apa lagi yang kamu mau cari dalam dunia film ini..? Profesionalitas (skrg sdh jadi Sutradara-red), Popularitas, kekayaan, atau nilai kamu yang dimata sebagian orang masih dianggap menabrak rambu-rambu moralitas. tapi apapun, aku salut karena kamu telah melakukannya..! lebih banyak orang membicarakan hal-hal baik daripada melakukan hal-hal baik. dan lebih banyak orang melakukan hal-hal buruk daripada membicarakannya.
bagiku, film adalah medium yang tepat untukmu, untuk ekspresimu, untuk fikiranmu dan untuk hatimu. sejak aku lihat di film Cau Bau Khan, kamu telah menunjukkan jiwa film mu yang sesungguhnya…..
namun, jangan puas sampai disitu, karena merasa puas itulah batas dari sebuah kreativitas, batas dari sebuah cita-cita dan batas dari karya cipta alias budaya manusia. sudah merasa puas, berarti tak berbudaya lagi, lalu apa jadinya bila manusia sudah tak berbudaya…?
salam hangat,
js
lola kmu sksi banget… aq suka…sukses ya…………..
hai…. sukses ya… aq suka banget ama bibir kmu….. gimana gitu….
gambate mba Lola…..
find me at: http://www.mari-belajar.co.cc
wuihhhhhh cntik bgt…kpan ya isa pnya cewek seperti km…???
bleh gk aku sebagai fans brt km pngen jd tmn…
klo sempet mampi kgubukQ……..sukses LOLA
bisa enggak di buatkan filmnya ?”anak selatan ” perjalan seorang anak yang bandel hingga tumbuh dewasa menjadi seorang aktivis.di kampus dan rakyat miskin kota.
portal dunia kebatinan dan metafisika. jangan lupa baca ya lola
Haiii Kak LOla, beritamu aku muat disitusku yach. selamat berkarya.
hai lola . gmn kerjaanya lancar khan
ikut dong jadi pemainnya…peran pembantu pun jadiiiiiiiiiiiiiiiii……….
Kabar itu berhembus ketika panas matahari memanggang tubuh-tubuh wanita muda dan setengah baya di Victoria Park Hong Kong. Kabar itu menyelinap di penuh sesaknya MTR di hari Minggu. Kabar itu mengalir lewat hubungan kawat(telepon) ketika wanita-wanita muda dan setengah baya itu asyik bergelut dengan aktifitas kesehariannya.
Wanita-wanita muda dan setengah baya itu adalah para Tenaga Kerja Wanita-Hong Kong(TKW-HK), dan kabar heboh itu adalah casting film True Love.
Terhitung sejak 29 Juli’08 casting film True Love sudah dijalankan. Tepatnya berada di Toko En Yu, Dragon Rise Building lantai 2 Causewaybay. Film yang mengangkat cerita tentang kisah hidup TKW Hong Kong itu rencananya bakal dibintangi oleh Titi Kamal dan juga bakal melibatkan 50 BMI-HK. GoeN’s Production, partner Joel Bahar Virtya Music & Film sebagai pihak produser.
Indra Gunawan dari GoeN’s Production mengatakan, “Pendaftaran dan casting akan terus berlanjut hingga akhir Agustus. Dan yang menentukan siapa yang berhasil lolos casting dan bisa ikut dalam film tersebut adalah Lola Amaria(selaku sutradara) dan Titi Kamal. Mereka berdua rencananya akan datang secara langsung ke Hongkong pada akhir Agustus.”
Kendati dalam pendaftaran casting film tersebut para pendaftar di pungut biaya sebesar HK$ 400(1 HK$ = Rp1.185), namun tak menyurutkan minat beberapa TKW-HK untuk mendaftarkan diri. Sampai Minggu tanggal 13 Juli kemarin tercatat sudah ada 30 orang yang mendaftar. Keantusiasan dari peserta casting bisa dilihat dengan jelas dari gambar wajah mereka. Rasa percaya diri juga yang membawa mereka berada di hadapan puluhan TKW lainnya yang menyaksikan jalannya casting.
Casting bertahap itu kali ini mengharuskan para peserta casting untuk memperagakan kemampuan mereka dalam berakting yaitu marah dan menangis.
“Ya menggali bakat aja, dan kali aja beruntung,” jawab Wanthy enteng. Wanthy adalah BMI-HK yang berasal dari Solo dan sudah bekerja di Hong Kong selama 5 tahun. Gadis berjilbab ini tidak ragu sama sekali dalam memperagakan kemampuan aktingnya, bahkan dia benar-benar menghayati aktingnya hingga terlihat emosi bahkan juga menangis sedih.
Ditanya tentang biaya yang dikenakan untuk sekali casting itu Wanthy menjelaskan bahwa dia menyadari seutuhnya dengan apa yang dilakukannya dan mengikuti casting ini sebagai upaya dia untuk menjadi yang lain yang lebih baik(calon bintang film).
Kebanyakan para pendaftar casting itu mempunyai pemikiran yang sama dengan Wanthy. Dan masalah 400 dolar adalah hal yang ringan bagi peserta casting tersebut, mengingat gaji TKW-HK adalah HK$3.480.
Berbeda dengan Wanthy, Liya, TKW-HK asal Malang yang menjalani masa terakhir kontrak ketiganya mengatakan bahwa dia tidak tertarik sama sekali untuk mengikuti casting.
“Lha wong gratis aja aku ga mau ikut kok, apalagi mbayar. 400 dolar itu lima ratus ribu mbak, bisa buat beli beras sekarung kalau di Indonesia,” katanya.
Ada sesuatu yang menggelikan di balik pendaftaran casting film tersebut. Eni, panitia pendaftaran casting memperbolehkan salah seorang peserta casting untuk mencicil biaya pendaftaran. Dengan perjanjian minggu selanjutnya biaya casting harus dibayar lunas. Dia juga menjelaskan kalau setelah casting usai nanti masing-masing peserta akan mendapatkan photo dan VCD rekaman saat casting.
Masih belum dimengerti motif dari pembuatan film TKW ini, bahkan gambaran tentang bagaimana kisah film ini saja juga belum di ketahui oleh para peserta casting. Apakah ini ajang Lola Amaria untuk bernostalgia atas kesuksesannya dalam berakting di film “Detour Paradise”, sebuah film TKW-Taiwan, ataukah benar-benar bisa mengangkat kisah para TKW-HK beserta segala fenomenanya, ataukah hanya karena rame ing gawe rame ing pamrih saja??? Dan sekiranya masih banyak juga pihak yang mempertanyakan HK$ 400, sebuah konspirasikah itu? kemanakah uang tersebut larinya?
________________________
demikianlah reporter Rie Rie melaporkan untuk babungeblog dot blogspot dot com
my lovely lola…..sukses deh buat prosesnya, smoga lancar n kita tunggu tanggal tayangnya…..
kita anak sopo pasti nonton…main donk ke solo…n main ke sekre kita y? ( mimpi kali ye!!!)
Gandis____ mbak lam kenal ja ya?
oya langsung saja sy pingin ty ttng flim tkw hk.
heemm… mau ikut castng!! kita kan babu hk… so py modal kan?? Hi..hi..hi..
Dan yg special sedikit info; ada sebuah karya tulisan babu hk yaitu berupa NoVEL__ JUDULNYA ” BUKAN BABA BIASA” klo mbk mau membaca/ memploblikasi silahkan….
Ok THANKS.
Hi,
Bagi saya Lola adalah satu dari sedikit artis berkarakter di Indonesia. Anda gak “modal tampang doang”, tapi image yang anda bangun adalah pekerja keras dan cerdas.
Congrat to your blog! Semoga bisa lebih mendekatkan anda dengan halayak dunia maya.
Sukses ya…
lola, kamu yakin melibatkan para buruh migran di hong kong dengan menarik bayaran 400 hkd tiap orang? (lihat http://babungeblog.blogspot.com/2008/07/gonjang-ganjing-casting-film-true-love.html dan/atau http://cewekblora.multiply.com/journal/item/98/Gonjang-ganjing_Casting_Film_True_Love?replies_read=14).ga usahlah ikut-ikutan praktik-praktik pungli itu…(aku tahu itu praktik pungli dari sini: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071108052612AAgGpmQ). apa lagi para buruh migran yang jadi target, menurutku ini keterlaluan…
weh sampai juga di blognya mbak lola hehehhe
beneran mbak ditungu lho film barunya and kalo mahin ada lowongan jadi figuran juga mau saya hehehhe
Sejarah kehidupan manusia sangat panjang bila dilihat dari kerangka acuan manusia, dan kita ada diantaranya. Beruntunglah Mba Lola ikut menorehkan sejarah dengan berkarya, memberikan pencerahan dan ide-ide yang bersifat membangun melalui film. Manusia mati meninggajan nama. . .
Gw dukung abis kak lola bikin film ndiri. Sukses ya!
Dari penggemar neh!
Bagus tuh… Cuma kalau bisa jgn melulu ke soal cintanya aja mba. Masukin dikit2lah realitas kehidupan kerja TKW di sana. Klu begitu kan ada sumbangsih nya juga tuh untuk perjuangan TKW di sana.
I will wait this movie…… make it better and different than usual indonesian movie.
Peace and love…. bye
mau donk jdi artisnya?
mba lola blehkan jdi figuran jga gak papa?
sukses lol…..
salam kenal mbak lola…semoga sukses film nya
T.O.P DAHHHHHHHH
Selamat ya mbak , sukses selalu ya … cayo
Mbak Lola masih Jomblo ga yak ya? (Ngarep mode ON)
halo mba Lola,
salam kenal…gimana ya caranya ndapetin film mbak Lola yg tentang buruh migran tapi yg shootingnya di luar itu.
thanks sebelumnya..sukses selalu…..
saya tidak setuju ok jangan ok
ide ceritanya menarik, tentang tkw
Semoga sukses filmnya. Yang akan memproduksi PH mana?
Apakah mba Lola punya PH sendiri?
mbak lola, apakah bersedia untuk jadi pembicara untuk bedah film alternatif/independen di fakultas komunikasi univ pancasila? boleh tau bagaimana cara kontak mbak lola (no telpon)?
tengkyu..
Emang ada apa ya mahasiswa cowok di hk? juarangg banget mbak…. hampir2 ga ada…. silahkan deh di cek di beberapa univ besar di sana seperti HKU, CTU. Dijamin bakalan susah….
hehehe…. good luck deh…..
Hi Lola
Smoga sukses utk film barunya.
Saran gw karakter tokoh2 nya hrs sgt dalam n dialog2 nya se natural mungkin.
Kapan2 buat donk film yg terisnpirasi dari film Chile
‘En La Cama’ ato filmnya Wong Kar Wai ‘Blueberry Nights’.
Salam
Untuk Rie Rie,
Saya ingin menjawab komen anda, “babu ngeblog”.
saya pribadi tdk mengetahui masalah di hongkong ttg casting tersebut, yg jelas tim dari indonesia berusaha utk merevisi skenario terlebih dahulu.
Saya pribad tdk terlibat sebagai produser tp hanya sbg sutradaara dan pemain, dan khusus tentan soal bayar cansting, itu diluar pengetahuan saya, karena tim sutradara blm lakukan casting di Hongkong. Dan baru akan berangkat kesana pertengahan agustus ini. Kalo pun ada pihak2 yg melakukan itu, itu murni bukan saya dantim saya.
hi lola,
la aku pingin taya gimana caranya dapat film kerbau, aku beli nggak ada,karena aku udh lihat tapi nggak jelas waktu nyewa film. trims banget
mendukung komen dari wartawan hongkong(terlepas dari apakah dia wartawan beneran ato bukan). Setahu saya mahasiswa Indonesia di Hongkong tuh cewek2 alias babunya itu sendiri, karena disana ada semacam univ setara D3. Sedangkan HKU, CTU yang menerima mahasiswanya dari berbagai negara itu dipenuhi oleh orang2 Hkg dan philiphine. Apa ga survey dulu sebelum bikin ceritanya/skenarionya?? but anyway goodluck semoga menemukan mahasiswa(cowok) di Hkg, wkwkwkwk!
Dan sedikit lega membaca reply komenmu bahwa kamu tidak mengetahui ttg praktek pungli itu, walaupun sedikit ragu, apa bener…
Rie Rie
gini, deh aku usul. gimana kalo filmnya sekalian diarahkan ke kritik sosial, lebih mengangkat fenomena yang sesungguhnya terjadi. tentang isu biaya penempatan, gaji di bawah standar, perlakuan yang tidak manusiawi dari majikan, penahanan paspor, sambil diangkat sisi positifnya, misalnya tentang kesadaran berorganisasi para buruh migran, aktivitas yang positif melalui internet. kondisi-kondisi seperti itu yang, menurutku, perlu dipublikasikan di tanah air. mungkin jika hal itu dikabarkan lewat film, akan lebih ‘bunyi’. ya… setidaknya, membuka mata banyak orang yang selama ini kurang mendapat informasi tentang itu. sisi romansanya tetap ada, tapi, sekadar bumbu sajalah…bukan yang utama. asal dikemas bagus, menurutku, meskipun agak melawan pasar, akan menarik minat bsnyak penonton.mudah-mudahan….
hi,lola
giman kabar film kebarau
[...] yang berjudul ‘TKW, Love in Hong Kong’ datang dari salah satu penulis komentar blog Lola Amaria. Dalam komentar blog Lola itu tertulis kalau casting film Lola memungut bayaran HK$ 400 kepada [...]
Kebetulan saya lagi browsing2 aja, dan ketemu blognya Lola. Saya baca semua comments di sini.
Tapi yg menarik adalah membaca tulisan/comment tentang “Babu Ngeblog”.
Rasanya, sulit dipercaya kalau seorang Lola Amaria akan melakukan hal seperti itu.
Dan, bagusnya Lola sendiri sudah melakukan klarifikasi atas comment tsb.
Lola, selamat berkarya terus…!!!
smangat mbak bikin filmnyah…
pst bakalan keren.. krn dr crt masyarakat indonesia yg real dan nyata…
bkn dr khyalan tingkat tinggi yg nyangkut hantu2an ato ga sinetron indonesia yg isinya org kaya mulu yg ga realistis dan ngebodohin rakyat!!
bosen nntn film yg ga berbobot..
yg isinya aneh…
hantu2an,,mlhan ad yg cabul…
smangat mbak..
jgn capek bwt berkarya dan majuin perfilman indonesia…
smangaTT..
Lagian ini yo memang aneh-aneh saja…. jadi pesohor boleh… kreatif juga boleh… tapi itung-itung sedikitlah… buat apa sih bikin sesuatu yang bombastis tapi sebenarnya menyakiti masyarakat yang dijadikan obyeknya?
karya seni memang bebas merdeka karena memang wahana ekspresi dan penuangan imaginasi… tapi kalau melencengnya kejauhan dari kenyataan logika kan ya rada koyol….
Ngomong2 nih sutradara paham gak sih siapa itu TKW?
semoga sukses deh
I’m waiting. Sedikit usul, bagaimana kalau diarahin pada stigma dan diskriminisasi masyarakat akan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) karena minimnya pengetahuan yang mereka dapat dari sosialisai2 yang dilakukan baik oleh pemerintah ataupun LSM yang sepertinya hanya sebagai wadah untuk ‘mencari’ uang.
Sekedar ide aja sih
Kan belum pernah ada film kita yang bertema seperti itu, iya nggak?!
LOLA AMARIA, SAYA menanggapi antara Lola dan babungeblog!!
Mudah seseorang untuk saling menjatuhkan dan mudah juga seseorang atau sekelompok untuk menaikan pamor seseorang. Perlu di ketahui. SAYA seudah berada di HK lebih dari 40 Tahun dan selalu mengamati perkembangan masyarakat Indonesia di HK. Saat dulu bisa di hitung dgn jari masy indonesia yang bekerja sebagai TKW di HK dibandingkan dengan saat sekarang yang sudah menembus angka 120 ribu. Dengan komunitas masy Indonesia yang jumlahnya hampir sama dengan satu provinsi di Indonesia jelas pasar manfaat dan memanfaatkan itu jadi besar. Tetapi yang jelas saat sekarang ini di tahun 2008 lebih banyak menjalankan pasar memanfaatkan terutama yang mengaku wartawatan dari sebuah tabloid Indonesia di HK yang terkenal atau mengatas namakan peduli TKW di HK. Semua menjadi simir adanya. Sehingga siapapun yang berniat baik dan berbuat baik akan selalu dianggap jelek dan menyalahgunakan atau memanfaatkan TKW. Dan selalu ingin mencampuri.
Langsung pada point film, krn SAYA juga sudah cukup umur dan masy indonesia disini sangat muda-muda dan mempunyai emosi yang tidak stabil. SAYA berani katakan itu sangat jelas, contoh di HK mempunyai lebih dari 5 tabloid atau mereka sebut koran tapi terbitnya ada yang 2 minggu sekali ada yang sebulan sekali. Kita bisa bertanya apakah itu KORAN. contoh lain artikel atau berita yang ada di koran atau tabloid tsb semua tidak benar adanya karena beritanya MENGARANG jika ada yang benar itupun KUTIPAN dari INTERNET atas berita di tanah air. Apakah ini semua dapat dipertanggung jawabkan. SAYA yakin mereka ini pada waktu duduk di sekolah dasar kurang dalam mengarang sehingga ada kesempatan di HK untuk menjadi pengarang, karena bahasa dan tulisan china tidak dikuasai akhirnya mengarang di tabloid atau Koran Indo elegannya.
Berita Film TKW sudah SAYA dengar beberapa bulan yang lalu ketika berkunjung ke Jakarta dan artikelnya yang memuat Artika Sari Devi dan Dian S ikut casting di Jakarta untuk memerankan TKW dalam Film ini. Jelas Koran tersebut beredar di JKT setiap hari.
Judul Film yang ada di media tersebut TKW True Love. Bukan TKW, Hongkong in Love.
SAYA menanggapi film ini adalah hiburan biasa bukan film DOKUMENTARI atas perjalanan TKW atau TKI di luar negeri. Menurut SAYA apapun cerita tersebut adalah sah saja karena bersifat hiburan bukan dokumentari. Yang saya tanggapi dari artikel tersebut kebetulan dalam Film ini yang in Love adalah seorang TKW di HK dan cerita ini sah sah saja. Cukup menarik buat SAYA, mungkin lika liku kehidupannya di HK yang menjadi menarik perhatian karena seorang TKW.
Menanggapi hal pembicaraan babungeblog tersebut SAYA jelas menilai hal ini lah yang SAYA katakan tadi di atas jika ada yang tidak mempunyai kesempatan untuk bergabung akhirnya memanfaatkan berita untuk menjatuhkan. Mohon LOLA lebih BIJAK dalam menanggapi segala hal yang bersifat tidak jelas. Perlu dikembalikan kepada posisi yang jelas. Siapapun yang menjalankan acara tersebut pastinya tidak akan bertindak sendiri tanpa hal yang telah didiskusikan bersama. Karena membuat Film setahu SAYA menelan biaya yang tidak receh. Karena SAYA berapa kali terlibat dalam pembuatan Film di Hong Kong bersama aktris dan aktor Hong Kong. Jadi apapun bentuknya yang berkaitan dengan produksi film tidak akan mungkin bertindak sendiri dan mencari keuntungan sendiri, jika casting tersebut mendukung akan produksi FIlm TKW buat SAYA itu hal yang positif. Disisi lain berita pembuatan FILM ini sudah sampai ke pemerintah HK, jelas acara casting atau apapun bentuknya tidak akan bertindak sendiri. Karena hal tersebut sangatlah sensitif dan pastinya saling menjaga karena Film Indonesia di produksi di HK.
Soal casting atau biaya apapun yang terjadi di acara2 TKW di HK hal itu sudah biasa. Karena di HK tidak ada bicara kalo tidak ada uang istilah omongnya. Tidak ada sangkutan dalam hal gaji, hal ini bukan pemaksaan setiap orang harus ikut, namun siapa saja yang bersedia hal tersebut adalah sesuatu yang wajar. Hal ini kan bukan pungutan wajib. Dan sepengamatan SAYA belum ada 30 orang yang mengikuti casting karena malu dan juga tidak ada yang mencicil. Sumber babungeblog tidak benar adanya, bagi saya babungeblog bukan pengamat yang jitu tapi hanya mengumpulkan info2 dan menyimpulkan sendiri.
SAYA tidak mau ikut campur dalam hal ini, tapi SAYA selalu mengamati perkembangan masy indo di HK. Nuansa baru dengan adanya produksi FIlm yang melibatkan TKW di HK. Sangat positif. Pertahankan koridor ke positif an dan bijak dalam mendengarkan segala hal yang membelokan koridor positif tersebut.
Adahal yang lebih lucu lagi dan sekedar intermezo saja, Koran atau Tabloid di HK yang mempunyai pelanggan banyak dalam memasang iklan di media tersebut. Namun media tersebut tidak pernah ikut mensponsori acara acara TKW. Setiap acara TKW yang dimuat iklan sebagai pengumuman acara di kenakan biaya iklan per 1 halaman penuh sekitar 10 Juta rupiah untuk satu kali terbit. Kemudian dalam acara2 TKW yang digelar nama koran tersebut harus di promosikan di spanduk atau info acara. Aneh tapi nyata lo…tidak memberikan uang sponsor pada acara malah membayar iklan di koran atau media tapi nama media tersebut harus muncul di sapnduk acara sebagai sponsor….
LOLA, jalankan tugas mu dengan baik. Buat hal positif menjadi sangat positif. Hiburlah seluruh bangsa indonesia dimanapun mereka berada dengan karya hiburan mu. Buatlah semua orang agar lebih membuka mata dan pikiran dengan sentuhan karyamu. Setidaknya karyamu dapat membawa manusia lebih berwawasan dan mempunyai arti kehidupan yang lebih baik dalam bersosialisasi.
hormat,
SAYA
Saya Rumi TKW di Hong Kong, saya tinggal di Tai Po, selama saya disini dan setau saya gak ada nama rie rie yang kerja di Tabloid Apakabar di HK. Aneh berani komentar tapi namanya ditutup. Juga babungeblog apa tuh.
Kami salut atas komen “SAYA”. Buat kami itu yang betul karena saya selama 14 tahun di Hong Kong merasakan apa yang di tulis oleh SAYA. Rumi dukung mba Lola buat film hiburan. Jangan dokumentari ya mba.
Aktris cowoknya yang ganteng ya mba. Ada kok mahasiswa indo di HK Rumi ada kenal. Rumi tunggu kedatangan mba Lola ya.
LOLA AMARIA,
Menanggapi LOLA, BABUNGEBLOG dan lainnya.
Mudah setiap orang atau sekelompok untuk saling menjatuhkan begitu juga sebaliknya dapat memamorkan atau mempopulerkan.
Saya sudah lebih dari 40 tahun di HK dan selalu mengamati perkembangan masy indo yang berada di HK. Dimana dimulai dari itungan jari masy indo yang bekerja sebagai TKW sampai dengan saat ini sudah mencapai angka lebih dari 120ribu jiwa.
Melihat perkembangan yang begitu besar dengan jumlah 120 ribu jiwa dan katanya sudah merupkan masy satu provinsi di indonesia jelas pasar manfaat dan memanfaatkan juga besar. Tidak sedikit masy indo yang di HK entah itu dari institusi media atau mengatas namakan peduli TKW di HK berebut menguasai pasar yang besar tersebut.
Dalam hal ini SAYA hanya sekedar memberikan hasil pengamatan yang saya lakukan selama ini di HK. Hal yang tidak atau belum disentuh fitnah atau diberitakan dimedia adalah acara dari sekelompok organisasi Muslim Indo di HK. Entah gak berani atau pura pura. Namun acara lain di HK yang bersifat hiburan seperti tarian dll dianggap usaha memanfaatkan TKW untuk mengambil uang TKW. Kemana pola pikir dan citra bangsa indonesia jika hal ini terus terjadi.
Media di HK kurang lebih ada 5 yang terbitnya ada 2 minggu sekali ada yang 1 bulan sekali. Seharusnya media menjadi penyambung masy indo yang ada di HK, namun yang terjadi media menjadi media memanfaatkan masy indo yang ada di HK. Berita atau artikel yang di tulis dan di muat lebih banyak mengajak jiwa dalam ke emosian dan merasa yang ter akurat. Jika kita simak lebih banyak kutipan dari INTERNET atas berita indonesia. Ironisnya hampir semua media di HK tidak pernah mencantumkan sumber berita yang di dapat namun lebih mempopulerkan nama pemuat agar di kenal seluruh masy Indonesia di HK khususnya TKW.
Mungkin saat SD lebih senang jika mengikuti pelajaran mengaran dari pada menghitung dan sosial.
SAYA sudah cukup berumur dan selalu mengamati perkembangan masyarakan Indonesia setiap waktu. Masy Indo di HK lebih banyak yang muda-muda dan tidak stabil karena kurangnya nasehat atau pandangan dari komunitas yang cukup berumur di HK. Sehingga lebih banyak menelan info dan menyimpulkan sendiri.
Menanggapi Film TKW yang akan di produksi di HK sangat menarik buat SAYA. Berita produksi Film TKW sudah saya baca beberapa bulan yang lalu saat saya berkunjung ke Jakarta. Di koran yang terbit setiap hari di Jakarta itu memuat berita tentang rencana produksi film tersebut. Artikel tersebut memuat Artika Sari Devi dan Dian S mengikuti CASTING untuk memerankan TKW dalam Film tersebut. Media di HK hanya mengutip dari Internet atas berita tersebut yang juga saya baca di salah satu media indo yang terbit di HK namun tanpa mencantumkan sumber berita. Isi beritanya sama dengan media yang terbit di Jakarta setiap hari.
Fenomena ini jelas memberikan kedudukan akan tidak bermutunya media indo ataupun babungeblog di HK.
Sepengamatan SAYA karena masy indo di HK menajdi masy minoritas dari masy lokal HK sehingga masy minoritas ini saling bersaing di ajang manfaat dan memanfaatkan agar menjadi dikenal oleh masy minoritas itu sendiri.
Film ini dimuat di media yang terbit setiap hari di Jakarta berjudul TKW True Love bukan TKW Hong Kong in Love. Bagi SAYA ini adalah film HIBURAN bukan film DOKUMENTARY perjalanan hidup TKW atau TKI yang bekerja di luar negeri. Sehingga cerita apapun yang akan ditulis adalah merupakan karya hiburan dan sangat menarik. Dimana dalam artikel tersebut menjelaskan sedikit tentang cerita film tersebut adalah cerita in Love. Yang menarik buat SAYA adalah yang in Love ini seorang TKW di HK. Sangat sangat positif sekali dan sah sah saja cerita hiburan ini di karyakan. Setidaknya lika liku hidup seorang TKW menjadi perhatian setiap orang.
SAYA menanggapi hal casting atau bentuk apapun yang dilakukan di HK untuk mendukung produksi film ini adalah hal yang positif. SAYA sendiri agak heran melihat masy indo di HK, sudah menjadi minoritas tapi tidak mempunyai kesatuan bangsa dalam hal yang positif. LOLA sebaiknya juga lebih bijak dalam menanggapi komentar-komentar yang tidak jelas.
SAYA pernah terlibat dalam produksi film HK bersama aktris dan aktor HK. Mereka sangat profesional dan selalu bersatu dalam melaksanakan rencana produksi. Casting di HK untuk film layar lebar tidak murah menelan biaya lebih dari 2500 hk dolar untuk pemula. Hal tersebut di pungut agar setiap orang yang mengikuti tidak sekedar mencari kesempatan dalam kesempitan atau menjadi aktris karbitan. SAYA juga menyadari hal tersebut mempunyai jalan masing-masing di setiap negara dan mungkin berbeda.
Hong Kong kota yang selalu menghitung setiap langkah dengan uang jelas tidak lah menjadi murah apapun kegiatan yang dilakukan di Hong Kong. Dan SAYA yakin masy indo yang berada di HK juga akan menyadari hal tersebut.
Pola pengamatan SAYA jika ada casting untuk film Indonesia yang akan di prduksi di HK memungut biaya karena pastinya akan mengeluarkan biaya yang juga tidak murah. Sehingga hal tersebut adalah wajar adanya. SAYA juga yakin hal tersebut bukan unsur pemaksaan atau pembodohan, hal tersebut juga bukan setoran wajib seperti pajak dan lainnya.
Sejauh pengamatan saya khususnya untuk Film tersebut adalah dalam batasan yang positif. Karena tidak mungkin hal tersebut dilakukan tanpa dibicarakan terlebih dahulu dengan tim Indonesia terutama pihak Produser film. Dan kegiatan tersebut adalah positif mendukung produksi film tersebut.
Heran melihatnya, kenapa media, babungeblog dan lainnya ingin mencampuri hal tersebut yang jelas-jelas tidak merugikan pihak-pihaknya. Tidak ada pemaksaan dan kewajiban. Hal ini kesediaan dari masing-masing hak asasi orang.
Dan sepengamatan SAYA produksi film ini sudah di ketahui oleh pemerintah HK, begitu juga perwakilan pemerintah indonesia di HK. Artinya kegiatan tersebut adalah RESMI dan tidak memungut biaya dari media di HK ataupun babungeblog dan lainnya. Buat SAYA bangsa Indonesia hal ini menjadi suatu kebanggaan, karena tetap mempertahankan citra bangsa dimana melakukan permohonan ijin kepada instansi yang terkait sebelum melakukan kegiatan terutama di negara orang.
Dan sepengamat SAYA juga produser film tersebut telah berkunjung ke HK dan melakukan pembicaraan kepada instansi terkait tersebut bersama tim dan partner kerjanya. Apa yang menjadi iri bagi media di HK dan babungeblog serta lainnya dalam hal ini. Jangan menjadi media picisan dan babu goblok. Mari kita dukung rencana produksi film yang bersifat hiburan ini, karena ini juga hasil karya bangsa kita.
LOLA, jalankan tugas mu dengan baik. Hiburlah bangsa kita dimanapun mereka berada dengan karyamu. Jadikan karyamu untuk dapat membuka mata dan memberikan wawasan bagi setiap insan. Kreasikan karyamu untuk memberikan arti kehidupan dalam bersosialisasi.
Hormat,
SAYA
Selamat deh
Lola, ada lowongan casting gak ? aku mau mendaftar klo kira-kira memenuhi syarat. fs : canonball8@hotmail.com.
cheers’
semoga ngga bener deh seperti yg di beritakan di sebarluaskan secara tidak bertanggung jawab begitu.
keep going on ya.
HALLO MRS LOLA……SUKSESS FILMNYA…..MAJU FILM INDONESIA…..
Mbak Lola, ikutan ngaji yuk? di pengajian artis, pengajian Orbit. Banyak artis juga yang hadir di sana. Tempatnya di rumah Bang Din Syamsuddin, setiap Kamis malam, ba’da Isya’.
Ok. Take care.
aq dukung bgt ke km lola,pokoknya musti sbr mghadapi anak2 hk
wouw! tanya: mengapa dipilih istilah/singkatan “TKW” ? apakah juga melibatkan para pekerja rumahtangga, pekerja pabrik dll. yang ndilalah berjenis kelamin perempuan alias Wanita yang bekerja di Indonesia? itulah tidak rasionalnya istilah “TKW” itu jika yang dirujuk hanyalah wanita (perempuan) yang bekerja di luar negaranya. ada lagi istilah (akronim): nakerwan yang jluntrungnya jas bukak iket blangkon (sama jugak sami mawon): Tenaga Kerja Wanita.
(?)
Film nya jgn sampe membuat TKW semakin di pandang rendah loh Mbak Lola. Ingat, TKW juga manusia !!!!!!!!!!!
Lola, tolong konfirmasi yang jelas mengenai pungli di Casting di Hongkong tersebut. Ini akan masuk Infoteinment Terkenal di seluruh Jagad Televisi Indonesia. Plis, adakan konferensi pers kecil atau klarifikasi. Ini bertaruh nama Anda sebagai praktisi perfilman. trims
wah, selamat dech,, Kalau PAs Pemutaran Perdana ni film,,, gimana kalau kawan2 Blogger dapat ticket gratisnya,, ehem,,,
Gmn dengan yg lain? setujukah??
buat teman2 yg sdh mendukung scr ga lngsng u pembuatan film TKW, baik di hk maupun di indo, makasi bgt ya…..saran n kritik kalian jd masukan buat saya….tapi sekali lg saya tegaskan, terutama u rie rie, saya belum berangkat ke hk dan belum melakukan casting di sana, apalagi memungut bayaran ke tkw yd ada d sana, tidak sama sekali. buat temen2 tkw di hk sampai ktmu pertengahan bln ini di victoria park….
Aku juga buruh migran perempuan di Hong Kong. TKW, adalah julukan, singkatan yang biasanya dipakai pemerintah yg suka jual rakyatnya ke negara laen, suka dipakai ma orang2 yg gak bisa menerima bahwa ada juga buruh migran kita yg jadi pandai karena terlalu lama dipinterin, ini menyebalkan bagiku. so, kalau sampe film ini makai judul tkw… Lola, coba mengerti sedikit ajah soal pekerja migran.
Soal film yang hendak kau bikin Lola, gini ajah kali ya, dirimu merdeka dalam mencipta karya seni. termasuk juga dirimu merdeka untuk membuat karya seni yang ‘nggak bunyi’ bahkan untuk memajukan kaum kamu sendiri. apa iya, sebagai seniman dirimu akan ‘puas’ menghasilkan karya yg gak berdampak pada soal-soal kemanusiaan…
Soal casting yang bayar itu, ya begitu deh, aji mumpung, memanfaatkan kesempatan, samber keuntungan meskipun itu memalukan akan selalu dilakukan oleh orang kita, orang indonesia. terlepas apakah ia sudah tinggal di Hong Kong 1 tahun ataupun 40 tahun. juga penyakit sok tahu. ini juga diderita oleh orang indonesia, jgn kaget ya, biasanya walaupun sudah tinggal di negara yang agak bersih dari ‘illfill’ lamaaaaaaaaa banget, masih juga punya penyakit ini.
contohnya ya SAYA ini…
tabloid yang minta bayaran yg katanya 10 jt itu dan masih
nama tabloitnya dipasang di banner itu…
duh ya mesti wong tabloitnya bukan milik orang indonesia kok… tapi milik orang hong kong… org hong kong itu (masak saya gak tahu?) namanya bisnis ya bisnis… kalao soal nepotisme2an ini ya kerjaan org indonesia yang sok tahu kayak SAYA ini… Lola.
Lola, SAYA itu exagarating! rubbish talk.
Buat Rumiyah, Rie Rie namaku. Babu Ngeblog adalah nama blogku yang beralamat di http://www.babungeblog.blogspot.com , apakah aku menutup namaku say?? Kalo kamu klik pas di tulisan Babu Ngeblog itu tentu deh lari ke blogku, gitu loh. Dan adakah aku ngomong kalo aku kerja di Tabloid Apakabar say?? kalo baca komen itu diresapi trus dimengerti dulu baru ngasih komen balesan gitu(ah cuma sekedar saran aja, dari sesama babu). Salam kenal, eh iya besuk minggu tgl 17 ketemu yak di depan Library aja deh. Ntar lihat prayaan tujuhbelasan di Vic Park bareng2 deh ya! Merdeka!!!(eh belum ding, hehehehe…)
Buat yang berinisial SAYA, ehm kok komennya emosi banget gitu Pak(atau bu ini? identitasnya ga ada seh). Sebelumnya saran deh Pak/Bu, laen kali tuh kalo komen yang jantan/betina gitu loh, maksudnya ada identitasnya gitu. Yah paling nggak e-mail lah(minjem e-mailnya temen juga gpp kok). Masak kalah ma babu, hehehe… Uiyahhh!!! RUMIYAHHHHHH ini lho yang sebenernya dimaksud dengan menyembunyikan nama!!
Perlu Rie garis bawahi bahwa Rie bukan wartawan/kerja pada tabloid atau koran manapun.
Ups Pak/Bu, mungkin karena terlalu lama tinggal HK(bayangkan 40 tahun, ckckckckc…luarrr biasa)jadi perasaan Anda sudah prejudice dulu. Ah, tak hanya Anda kok, kami sering dan banyak kali mendapatkan perlakuan semacam ini. Bahwa banyak orang memandang kami cuma sebagai buruh sing dilebur ora weruh, yang goblok bin tolol wal o’on. Tanpa menelaah terlebih dulu. Jadi kalo ada babu nulis itu cuma dianggap menyampah/membual saja padahal kenyataannya orang2 itu malu mengakui bahwa dia kalah pandai dengan…babu!
OK, Rie juga membenarkan bahwa tidak ada yang memaksa seseorang untuk mengikuti casting, mereka yang datang atas kerelaan sendiri2. But, tapi(hehehe…gayanya) Masalahnya MELEGALKAN sesuatu(pungutan u casting) itu apakah termasuk KEWAJARAN??? Ups, mau kemana negara ini di bawa..??? Do it with Duit, hummm…
KAlo Lola sendiri menyatakan ketidak ikutsertaan/ campurannya dalam hal casting di HK(yg mbayar itu) dan juga belum melakukan casting sampai pertengahan Agustus, lha sing di HK kuwi ngapa?????? Kok mbulet ruwet kayak dawet campur cawet tho?? Biyuhhh…
Mbak Lola, saya Uki wartawan Kantor Berita ANTARA Surabaya. Kebetulan di web saya antarajatim ada rubrik TKI. Bisakah saya minta diskripsi atau garis besar tentang rencana pembuatan film itu? Saya akan beritakan di web antara, termasuk untuk yang nasional.
O iya, selama ini saya sering mengekspos juga kegiatan teman-teman TKW di Hongkong, khususnya kiprah mereka dalam dunia sastra.
Salam bahagia,
Uki
Mbak Lola,
Komentar saya dikemanain heheheh.
Salam prihatin dengan adanya pihak yang berusaha memanfaatkan akan adanya pembuatan Film di Hk ini, eh ujungnya BMI lagi-lagi yang jadi korban.
Mega Vristian
Oalah Rie, aku mbok gowo nyasar tekan kene mbok kon ndelok wong engkel - engkelan thok…….
Hidup engkel-engkelan…..
MERDEKA…
Wah…seru banget coment2nya…. …tapi kalau aku lihat dari semua coment yang ada … hanya satu yang cukup menarik yaitu coment dari SAYA…. wah … kayaknya anda (Bukan cencong khan…) … lagi cari muka neh di hadapan lola…supaya kalau nanti pas Lola ke HK di samperin…. wk wk wk. tenang aja Bro …si Lola nanti kalau Ke HK bikin Film pasti nyamperin kamu kok…. bukankah Lola butuh figuran banyak… Hmm…tapi kalau Boleh Usul …SAYA neh pantesnya Jadi figuran …apa ya…. gini aja …. kalau usulku… Bukankan BABU identik dengan Lap pel…mendingan SAYA nih jadi figuran Lap pel aja …biar sedikit enser otaknya…wk wk wk wk …..
SAlam
Yunami
hai lola…wah mau bikin film tentang TKW neh …. asyik tuh…… tapi …. kok pada rame sendiri-sendiri yach yang pada coment……… Gw sepakat ama Yunami… mereka yg coment lagi pada cari muka…hi hi…. SAYA…kacian….. dah 40 tahun di Hongkong hanya jadi lap pel….. hi hi
Semakin rame saja kalau membahas masalah BABU terutama di Hongkong, Ih ….. bangsa kita ini memang bangsa Kuli.. bagaimanapun harga diri bangsa ini salah satunya ditentukan oleh prilaku para teman babu kita di Hongkong ini… bagi yang ingin tahu pengalamanku mendalami dunia perbabuan serta lika-likunya… klik aja di : http://nagabonar1.multiply.com/journal/item/1 …………..
Kalau masih ada yang butuh referensi mengenai BABU-BABU GAUL di HK Pm gw di BLOG.
SALAM
EDY
Buat BABU Ngeblog kamu kok dimana mana muncul sih ..hi hi Peace…
Jeng Lola,…
Ticket gratis+ Foto bareng yah
Saia tunggu ~):
Untuk Menambah wawasan Lola
BMI Hong Hong Berseri lewat Sastra dan Seni
Mega Vristian
Dalam pandangan umum, buruh migran Indonesia (BMI) adalah sosok
pekerja kasar yang hanya bisa mengerjakan tugas-tugas sepele rumah
tangga. Pembantu rumah tangga (PRT) atau babu adalah pekerjaan yang
dipandang dengan sebelah mata dan babu dianggap bukanlah pekerjaan
ideal yang memberikan penghasilan besar sekaligus mendatangkan
kebanggan, karena bekerja modal otot bukan otak.
Untuk diketahui, bekerja menjadi BMI, di Hong Kong tidaklah semudah
yang dibayangkan. Masyarakat Hong Kong, khususnya para Majikan
sangat tidak menyukai BMI, yang lamban kerjanya dan lamban
berpikir.Karena hampir 75% anak-anak mereka dipercayakan pada BMI,
sampai kemasalah mendampingi anak-anak mereka mengerjakan tugas
sekolah.Anak-anak Hong Kong sangatlah cerdas dan kritis, karena mereka
mendapatkan pendidikan dan kesejehteraan nyaris sempurna. Nah jika BMI
mereka tidak rajin mengasah otak, selalau manyun ketika, anak majikan
bertanya tentang suatu hal, jelas si anak akan protes ke orang tuanya,
akibatnya bisa fatal si BMI akan diberhentikan. Sejujurnya syarat
untuk bisa menjadi BMI ke HOng Kong, harus lulusan SMA, tapi
praktiknya PJTKI bisa menyulap dari SD, menjadi SMA.
Kembali ketema, sejauh ini media massa lebih banyak memberitakan
kemalangan dan petaka yang menimpa BMI. Media lebih suka mengekspose
berita duka berkisar pemerkosaan, penyiksaan, perampokan, dan kematian
BMI dinegeri orang. Kenyataannya BMI memang rawan bahaya. Dan,
tampaknya media massa percaya “dagangan yang laku” dan disukai pembaca
adalah berita-berita semacam itu.
Jarang media komersial yang menulis kiprah dan sosok BMI sebagai
manusia utuh yang penuh harga diri dan menjunjung nilai
kemanusiaannya. Ketimpangan berita itu mungkin karena keterbatasan
pengetahuan dan ketergesaan (untuk tidak menyebut kemalasan) pewarta
untuk menggali berita yang “bergizi” bagi pembaca sekaligus berguna
bagi “obyek” berita. Bisa jadi karena organisasi-organisasi buruh
migran kurang aktif memberikan materi berita. Atau, mungkinkah
karena sosok ideal BMI yang tegar dan kreatif memang langka?
Penampilan buruh migran yang menjunjung martabat dan harkat
kemanusiaannya serta liku-liku yang ditempuhnya dalam usaha ini
perlu diangkat untuk menciptakan citra buruh migran utuh. Selain
itu, juga kesanggupan mengungkap kekurangan sumber daya buruh migran
untuk perbaikan.
Dengan citra buruh migran Indonesia seperti itu, kegiatan sastra-
seni buruh migran di Hong Kong barangkali tampak sebagai cerita
ajaib dan langka.
Melalui sastra dan seni, BMI di Hong Kong menunjukkan citra selain
hanya pekerja yang berkutat membereskan pekerjaan rumah tangga.
Apalagi kondisi Hong Kong sangat menunjang untuk mengembangkan
potensi diri. Majikan yang relatif baik serta berbagai komunitas
buruh migran di Hongkong yang menawarkan program pendidikan membantu
BMI untuk memanfaatkan waktu luang untuk mengekspresikan dan
mengembangkan potensi diri. Di sini buruh migran
lebih “dimanusiakan”. Pemerintah Hong Kong tidak terlalu
diskriminatif terhadap buruh migran.
Kegiatan sastra dan seni BMI tersalurkan dan terwadahi media
berbahasa Indonesia di Hong Kong, antara lain koran Suara, Berita
Indonesia, Tabloid Apakabar, Roos Mawar, dan majalah Ekspresi.
Berbagai komunitas buruh migran seperti Indonesian Migrant Workers
Union (IMWU), Forum Lingkar Pena Hong Kong (FLP-HK), dan Asosiasi
Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) juga bergiat menerbitkan buletin yang
menampung luapan energi seni buruh migran. Karya buruh migran juga
sering dimuat surat kabar dan majalah di tanah air.
Kemunculan beberapa BMI penulis di Hong Kong dengan karya-karyanya
harus diakui antara lain karena pemerintah memasang aturan jelas
yang melindungi hak dan kewajiban BMI. Terutama karena adanya hak
libur empat hari dalam sebulan dan jam kerja yang jelas. Waktu yang
cuku plapang tersebut memberikan kesempatan BMI untuk belajar
berbagai hal, antara lain berorganisasi, menekuni pendidikan, dan
berseni sastra.
Intensitas kepenulisan BMI di Hong Kong lumayan membanggakan. Dari
tangan mereka telah lahir 16 buku. Antara lain Tertawa Ala Victoria
Park, Indonesia Merdeka, dan Negeri Elok Nan Keras di Mana Kami
Berjuang (Denok K Rokhmatika); Catatan Harian Seorang Pramuwisma
(Rini Widyawati); Penari Naga Kecil (Tarini Sorita); Perempuan di
Negeri Beton (Wina Karni); Badai Signal 8 (Swastika dan Shifa Auli);
Anda Luar Biasa (Eny Kusuma); serta novel Ranting Sakura (Maria
Boniok).
Selain itu, terbit kumpulan cerpen Hong Kong Namaku Peri Cinta
(FLP/Publishing House Jakarta) yang merangkum karya anggota Forum
Lingkar Pena Wina Karni, Shifa Aulia, S Aisyah Z, Andina Respati,Via
Rosa, Rof, dan Ikrima Ghany. Antologi puisi Nubuat Labirin Luka
terbitan Sayap Baru dan Aceh Working Grup memuat karya Aliyah
Purwanti, Anan, Anik Sulistia, Widi Cahyani, dan Mega Vristian.
Sedang kumpulan cerpen Nyanyian Imigran (Dragon Family Publisher)
merangkai karya Aliyah Purwanti, Ikrima Ghany, Lik Lismawati, Nining
Indarti, Etik Juwita, Mega Vristian, Tarini Sorita, Anik Sulistia,
Tanti, Imes Hisa, Swastika, Kris DS, dan Enny. Kemudian buku Galz
Please Don’t Cry (PT Lingkar Pena Kreativa) memuat karya Wina Karni,
Swastika M, dan Fia Rosa. Buku Selasar Kenangan (Akoer, Jakarta)
memuat karya Mega Vristian dan Lik Kismawati. Juga buku Dian Sastro
for President (On/Off Trilogy) dan antologi puisi–cerpen–esai Sastra
Pembebasan karya Mega Vristian.Kabar gembira lagi pada bulan Agustus,
tahun ini akan meluncur 16 buku kumcer karya BMI,yang diterbitkan
Grasindo.
Kehidupan dan persoalan buruh migran mereka angkat melalui karya
tulis, teater, dan pembacaan puisi sehingga sampai pada masyarakat
luas. Dalam konteks ini, kiprah BMI Hong Kong merupakan kasus unik.
Diharapkan aktivitas positif tersebut mengilhami dan merangsang
buruh migran Indonesia di negera-negera lain untuk lebih manfaatkan
waktu libur atau istirahat. Daripada bengong dan nelangsa sendiri
dihajar rindu pada keluarga di kampung, tentu lebih baik
memanfaatkan waktu barang sejenak untuk mengekspresikan dan
aktualisasi diri.
Sastra dan seni bisa menjadi oase bagi jiwa raga untuk beristirahat
barang sejenak dari rutinitas kerja. Kegundahan, kerinduan,
kekecewaan, bahkan tuntutan atas perlakuan sewenang-wenang dapat
disalurkan dan diteriakkan melalui cerpen atau puisi. Puisi bisa
menjadi medium untuk membangkitkan semangat. Juga untuk melawan
kekuasaan yang menindas.
Tentu kita masih ingat sebuah kalimat yang menggelorakan semangat
mahasiswa, pelajar, pemuda, buruh, bahkan ibu-ibu di seluruh tanah
air untuk menumbang rezim Orde Baru pada bulan Mei 1998. “Hanya satu
kata: Lawan!” Kalimat lugas dan tandas itu merangkum dan
mengkristalkan kekecewaan, kesumpekan, ketakutan, “horor” dahsyat
selama 32 tahun di bawah kekuasaan Soeharto untuk bersatu padu
melawan. Hasilnya, Soeharto lengser dari tampuk kekuasaan. Mungkin
para pemuda yang meneriakkan, menuliskan kalimat itu di tembok-
tembok di seluruh negeri tak tahu atau tak ambil pusing siapa yang
melahirkan “mantera” lugas tandas tersebut.
Kalimat itu warisan Wiji Thukul, penyair yang dengan sangat berani
berhadapan dengan kekuasaan Orde Baru yang sedang kalap kala itu.
Wiji Thukul seorang penyair sederhana yang kurus lusuh, namun
mempunyai kecintaan yang besar pada rakyat kecil. Dia berjuang
bersama mahasiswa, aktifvis, dan buruh untuk merebut kemerdekaan di
tanah air sendiri. Melalui gerakan dan puisi dia melawan lantang
kekuasaan. Puisi-puisinya mengilhami dan membangkitkan semangat
perlawanan pemuda, mahasiswa, dan buruh untuk menumbangkan kekuasaan
yang sewenang-wenang dan mengembalikan pada bangsa dan rakyatnya.
Kegiatan menulis dan berkesenian BMI di Hongkong, bekerja sama
dengan buruh migran dari negara-negara lain dan organisasi buruh
setempat, merupakan perjuangan untuk menjunjung harkat dan martabat
kemanusiaannya. Bukan sekadar untuk mengungkapkan uneg-uneg atau
hanya bergumam. Sebab, harkat-martabat kemanusiaan wajib dibela dan
dijunjung dalam pekerjaan apa pun. Melalui sastra dan seni BMI bisa
berjuang dan memberikan sumbangan bagi usaha memanusiakan manusia
dan diri sendiri. Melalui aktivitas dan eksistensi sebagai manusia
utuh itu buruh migran akan tampil dengan wajah lebih berseri.
(Telah di muat di Koran SUARA- Hong Kong).
Untuk menambah wawasan Lola
Buruh Migran Indonesia Dan Sastra Menyimpan Banyak Pertanyaan
Oleh: Mega Vristian
Sastra BMI?
Jujur saya memang tidak bisa berhenti menulis, karena adanya semangat
yang tidak pernah pudar. Terlebih lagi adanya faktor keberuntungan.
Beruntung karena selama bekerja di Hong Kong menjadi BMI alias
babuwalau berganti-ganti majikan, menggunakan komputer tidak pernah
dilarang. Tentu saja harus tahu aturannya.
Nah hari ini setelah pekerjaan siang beres, saya segera membuka
komputer dan mulai menulis untuk milis APSAS dengan tema “Sastra
Buruh” yang telah lama menjadi PR saya. Menurut yang saya tangkap,
dalam tulisan ini saya harus berbagi cerita mengenai kegitan tulis
menulis di kalangan teman-teman saya sesama BMI di Hong Kong.
Tetapi sebelumnya, saya dan hampir seluruh teman BMI yang gemar
menulis tidaklah begitu sreg dengan istilah “Sastra Buruh”, “Sastra
BMI” ataulah “Sastra Babu”. Sebab mengapa? Ini adalah upaya
pengkotakan atau istilah pemberangusan profesi yang seakan-akan
seorang BMI hanya akan dibicarakan bila bisa menulis apalagi dengan
tulisan yang berbau sastra dan konyolnya tempatnya atau kotaknya itu
adalah “Sastra Buruh”. Lantas bagaimana bila BMI ini sudah tidak
menjadi buruh lagi di Hong Kong karena pulang ke Tanah Air menjadi ibu
rumah tangga, aktivis buruh pada salah satu LSM atau menjadi seorang
isteri Dokter bahkan Insinyur? Apakah tulisan mantan BMI ini nantinya
akan dikelompokkan ke dalam genre baru lainnya yaitu “Sastra Mantan BMI”?
Sebutlah BMI
Belum juga tuntas mengenai pengkotakan ini, kami ini sebetulnya sedang
berjuang keras guna memasyarakatkan kata “BMI” ke seluruh pelosok
Nusantara. Sekilas seperti masalah yang sepele, tetapi bagi kami
tidak. Mempopulerkan kata BMI sama saja susahnya untuk melawan praktek
pembayaran gaji di bawah standar (underpayment).
Masyarakat tanah air sudah terbiasa menyebut kami ini sebagai TKW
(Tenaga Kerja Wanita) dan pihak Konsulat Jenderal RI di Hong Kong
dengan Nakerwan. Ada juga beberapa pihak yang memandang sinis,
mengatakan kami sebagai JLN (Jongos Luar Negeri). Untuk itulah dalam
melawan sebutan yang cenderung merendahkan profesi ini, teman-teman
yang memiliki hobi menulis telah membiasakan dengan kata BMI. Alhasil
semua media berbahasa Indonesia yang diterbitkan di Hong Kong sudah
terbiasa menulis kami sebagai BMI. Bila pun ada yang kelolosan
menggunakan kata TKW dalam media tersebut, kami hanya menganggapnya
wartawan penulisnya masih kurang bergaul.
Tema Sastra
Maraknya kegemaran menulis di kalangan BMI sebetulnya seiring dengan
diterbitkannya media cetak berbahasa Indonesia. Juga munculnya
kelompok gemar menulis di Hong Kong seperti Kopernus (Komunitas
perantau Nusantara) dan Forum Lingkar Pena pada tahun 2004 membuat BMI
di Hong Kong seperti memiliki rumah untuk menampung bakatnya di dunia
tulis menulis.
Selanjutnya beberapa lomba menulis puisi dan cerpen mulai digelar
hingga akhirnya beberapa buku karya BMI diterbitkan. (…….bersambung)
Wah seru commentnya,…buat semuanya yg mengaku rakyat indonesia kita dukung ini film asal bisa mengangkat harkat dan martabat TKW hongkong, tp kl hanya untuk cari keuntungan sesaat dengan memanfaatkan kebodohan sebagian TKW hongkong ya mendingan masuk NERAKA sana kalian,……Salam rakyat INDONESIA hehehehe………..
Setuju ma comment nya “Genx” !
Hi Lola,
Ada lowongan untuk pemeran tambahan.
I am interested and offering my self for free.
I can travelling to hongkong on your request with no cost et all..
herawan.blogdetik.com
lola amaria yg cantik,aji punya temen cowok yg punya kehidupan kayak km.bahkan km pernah ktemu di suatu desa di pinggiran kota purwokerto beberapa bulan yang lalu bareng kru trans7 kalo gk salah.dia sekarang lgi nganggur.mau nggak lola ngajakin dia main film di film yang mau lola bikin?.
saya mau usul ide buat film nih
gimana kalau buat alurnya spt ini
jagoannya lelaki
dari keluarga baik2, ayahnya profeson dan ibunya juga
dan iq anak itu 200 dan sejak kecil dilatih 5 olarga bela diri oleh omnya, taek kwon do, karate, silat, kungfu dan tinju
ini film action, pemuda ini juga penuh rasa nasionalis, jujur, barsahabat dan mau menolong orang lain
karena ia memiliki teman (rada romance dikit) dengan polisi wanita jadi ia suka membantu, menyelesaikan kasus
adegan action di buat semenarik mungkin dengan alat pembelaan diri yang sangat simple spt, tusuk gigi, tusuk sate, sendok, piring dan sbgnya (jadi lapar ya bu sutradara he he he)
kalau bisa ini cerita serial, dan banyak unsur kemanusiaan yang menyentuh hati bisa di masukkan ke dalamnya, pendidikan, juga ya rada mirip2 film mc gyver lah tetapi lebih banyak kependidikannya
komposisi : pendidikan kearah mental yang baik 650 % dan 35 % action
boleh ga idenya ?
karena selama ini film2 terutama di tv temanya membosankan, jadi karena genius otaknya dan keimanan yang kuat serta ilmu bela diri yang tinggi bisa membuat film ini layak di tonton banyak orang.
http://homemedica.blogspot.com
http://1godlover.blogspot.com
tentunya juga di blogdetik dong !!!
Kapan ditayangkan filmnya Lola?
sekedar ide…. bagaimana klo lola nerusin crita lola yang dulu di taiwan yang begitu gigih mempertahankan kerudung.. eeh begitu kerja di hk jadi tak terkendali dan terbawa arus….BTW klo mo bikin flim tentang TKW seharusnya lola bisa mengahayati kehidupan TKW bukan hanya kehidupan mereka di rantau tapi juga latar belakang mereka mengapa mereka sampai terdampar di negeri asing
http://www.youtube.com/results?search_type=&search_query=FENOMENA+TKW+HONGKONG&aq=f ( nah ini juga bisa buat namabah wawasan tentang BMI HK)